Strategi cara pasang iklan gratis di media cetak

Cara promosi website bisa dilakukan dengan banyak cara, namun kalau dikategorikan hanya ada dua macam, yaitu online dan offline. Untuk cara online, sebagai publisher pasti Anda tau lah, bisa dengan tukeran link, submit URL ke situs direktori, social bookmarking, dll (dan lupa lagi hehehe…). Cara online banyak dilakukan karena cukup mudah dan yg paling penting adalah kebanyakan gratis D

Untuk promosi dengan cara offline tentu saja menggunakan media yg berbeda. Cara offline yg biasa digunakan adalah dengan memasang iklan pada koran, tabloid, majalah dll…
Bisa dipastikan, gak semua pemilik situs bisa promosi dgn cara offline. Alasannya? kalo pasang iklan dimedia tsb ya pasti bayar. Belum pernah tuh saya liat ada majalah yg ngasih tempat untuk pasang iklan secara gratis :)

Nah, yg akan kita bahas dalam tulisan ini adalah bagaimana caranya agar kita bisa memasang iklan terselubung secara gratis bahkan pada majalah atau tabloid yg terkenal di Indonesia. Jujur aja ide ini muncul saat saya sedang pusing karena salah satu situs baru saya mendapat sedikit sekali pengunjung dari SEO dan backlink. Akhirnya dateng deh ide kreatif dan iseng untuk “mengerjai” media cetak yg ada di Indonesia hehehe… D Hasilnya bisa jadi cukup memuaskan. Misalkan nama situs Anda muncul pada tabloid yg memiliki 100.000 pembaca tetap. Nah bisa jadi Anda memiliki ribuan visitor baru setiap harinya..

OK tanpa perlu panjang lebar, mungkin Anda dari tadi masih penasaran bagaimana caranya… kita langsung bahas deh.

Strategi 1: Buat artikel yg membahas situs Anda secara detail
Dalam sebuah majalah/koran/tabloid tidak semua artikel yang ditampilkan merupakan hasil tulisan dari redaksinya. Ada beberapa media cetak yg open source, alias menerima kiriman artikel dari pembacanya. Nah, ini adalah salah satu peluang emas Anda untuk berpromosi secara gratis, malahan nanti Anda dapat imbalan karena telah mengirimkan artikel.

Agar lebih fair Anda bisa menggunakan identitas pihak lain dalam artikel tulisan Anda. Karena biasanya pihak redaksi akan lebih menghargai sudut pandang orang lain dari pada pembuatnya. Jadi seolah-olah Anda tidak tahu kalau ada orang lain yg sedang me-review situs Anda dan membuat artikelnya, padahal…. hehehe… belum tau dia :)

Strategi 2: Minta agar salah satu redaksinya mereview situs Anda lalu membahasnya
Gak semua redaksi media cetak selalu punya bahan untuk membuat tulisannya. Nah ini peluang emas kedua bagi Anda. Jadi jangan putus asa dulu jika ternyata Anda gak mampu membuat artikel karena gak terbiasa menulis. Anda bisa mengirim email pada salah satu penulisnya, bahkan pada pimpinan media cetak tersebut! Penulis yg sedang gak punya ide pasti akan menerima saran Anda dengan sukarela. Nah kalo Anda bingung bagaimana formatnya, saya kasih contoh deh email “bekas” kiriman saya hehehe…

Halo “Nama Redaksi”
Saya “nama anda”, owner dari “nama situs” (
www.situsanda.com). Lewat email ini saya ingin bekerja sama dengan majalah “nama majalah” untuk membahas “topik situs Anda” yg ada di Indonesia. Saat ini para netter yang sedang mencari informasi “topik situs anda” yang ada di Indonesia masih bergantung pada situs dari luar negeri. Padahal sekarang ini ada banyak situs web di Indonesia yang menyediakan infomasi “topik situs anda” seperti “nama situs anda” (www.situsanda.com), “situs sejenis” (www.situssejenis.com), dll. Oleh sebab itu sangat disayangkan apabila kita tidak memanfaatkan bandwidth lokal dan fasilitas yg telah diberikan oleh anak negeri. Salah satu penyebabnya adalah karena situs tersebut kurang dipublikasikan. Oleh sebab itu besar harapan saya “nama majalah” dapat menjadi media dalam penyebaran informasi ini dengan membahasnya secara khusus.
Terima Kasih

Regard.

“nama anda”
email@anda.com

Yang perlu diingat adalah seperti contoh email diatas Anda perlu bermain fair dengan menyebutkan juga situs sejenis yg sama dengan situs Anda. Tujuannya agar redaksi menilai bahwa kita memang benar-benar tulus ingin “menolong” para Netter, bukan mencari keuntungan semata. Tapi jangan juga menyebutkan situs sejenis yg Anda rasa merupakan pesaing terberat Anda. Sebutin aja situs sejenis yg kualitasnya jauh dibawah situs milik Anda hehehe… D

Kalo perlu untuk sementara waktu sebelum nama situs nongol dimajalahnya, cabut semua iklan yg terpasang pada situs Anda, tujuannya ya tentu saja seperti yg tadi saya katakan, redaksi akan menilai Anda tidak sedang mecari keuntungan. Kalo sudah dimuat ya jgn lupa pasang lagi hehehe…

Strategi 3: Pura-pura nanya ke redaksi tentang situs Anda
Jadi gimana apakah strategi 1 dan 2 sudah berhasil? Kalo belum mungkin inilah strategi terakhir yg bisa Anda coba, dan memang cara ini yg paling sering saya pake hehehe D

Anda bisa berpura-pura menjadi pembaca setia yg sedang bingung lalu menanyakan soal situs Anda keredaksi. Sebagai contoh kasus seperti ini: Anda punya situs yang membahas tentang download themes henpon. Nah Anda bisa mengirim email ke salah satu tabloid tentang henpon yg ada di Indonesia. Format emailnya kira-kira begini:

Halo Redaksi
Saya “nama anda”, salah satu pelanggan setiamu. Saya ada 1 pertanyaan nih, tolong dijawab ya!

Saya biasa mendownload themes henpon melalui “situs anda”. Selain situs tsb apakah redaksi tahu website lainnya yg menyediakan link untuk mendownload themes henpon. karena sejauh pengamatan saya saat ini hanya “situs anda” yang menyediakan link download themes henpon secara uptodate dan berkualitas. Mohon segera dijawab dan dimuat ya. Semoga “nama tabloid” tetap menjadi tabloid no 1 di indonesia!

Terima kasih

“nama anda”

Ada beberapa poin yg perlu Anda perhatikan disini. 1. Anda menyebutkan bahwa Anda adalah salah satu pelanggan setia dari media cetak tsb, tujuannya tentu saja agar kemungkinan redaksi menjawab lebih besar hehehe… 2. Anda perlu sedikit memuji media tsb. Email yg diatas hanya contoh aja, selanjutnya bisa Anda coba sendiri.

OK, sampe disini dulu, mungkin Anda punya cara lain?

1 hal lagi… mudah-mudahan gak ada redaksi media cetak yg baca blog ini.. hehehe D

10 alasan sms gak dibales

Kok sms saya gak pernah dibales ya? Emang ada yg salah? Bisa jadi bukan karena orang yg Anda kirimin gak punya pulsa. Nah, dari pada Anda bingung, to the point aja deh… saya kasih 10 alasannya…

1. Terlalu banyak kata yg disingkat. OK.. kita sama2 tau kalo kebanyakan Hp cuma bisa 160 karakter untuk 1 kali kirim sms, tapi bukan berarti Anda bisa seenaknya menyingkat kata2 dgn singkatan yg gak lazim.

2. Diakhir sms ditulis… “Penting, Blz GpL…”. Jujur aja, kalo ada sms kayak begini masuk ke inbox saya, langsung saya apus tanpa pikir panjang. Penting buat siapa? klo penting knapa gak telpon aja c? Udah gak mo rugi, pake nyuruh sgala lagi.. Tapi dengan pengecualian klo yg ngirim keluarga atw… ^-^ hehehe…. pasti dibales D

3. Waktunya ga tepat. Siapa yg mau bales sms Anda kalo ngirim smsnya aja jem 3 pagi?

4. Huruf besar dan huruf kecil yg gak beraturan. Emang sih ga ada aturan kaku ttg hal ini. Tapi jujur aja saya lebih suka kalo huruf besar dan kecil dipake sesuai dgn tempatnya. Kayak ga ada kerjaan aja deh yg buat, malah biasanya jadi susah dibaca.

5. Gak ada tanda titik dan komanya. Tanda titik dan tanda koma itu diajarkan sejak SD karena emang ada gunanya. Emang Anda gak pernah SD ya? D

6. Ngirim sms gratis lewat Internet. Biasanya yg kayak begini pengguna M3 n Mentari. Gak sepenuhnya salah c. Tapi klo terlalu sering apa gak bosen tuh yg dikirimin… dasar gak modal! D

7. Terlalu sering ngirim pake No temen. Kalo lagi keadaan darurat c gak masalah. tapi kalo setiap ngirim selalu pake kalimat… “sory ya ini pake no temen.. blz ke no ini 085692714xxx”, bisa jadi bosen juga tuh yg dikirimin. Apalagi kalo no dia emang gak mau disebarluaskan.

8. Gak sabaran. Belum juga sms yg pertama dikirim dibales… eh udah ngirim lagi, gimana mo dibales?

9. Sms Anda GaJeBo. Siapa yg mau bales, kalo ternyata sms Anda selalu berisi “foto” babi, anjing, monyet dan “saudara” Anda lainnya dikebun binatang? Gak usah dikirimin.. saya juga udah tau kok kalo gambarnya mirip Anda D

10. Beda operator. Zaman lagi krisis, makanya bales yg sesama operator aja.. hehehe… D

Welcome Project Work 2008

Wah ga terasa sudah hampir 1 tahun, saat saya harus “banting tulang” membuat produk tugas akhir untuk Project Work 2007. Sampai sekarangpun masih kerasa pusingnya hehehe…

Mumpung saya lagi good feel karena barusan menang lomba dan sambil nunggu gaji pertama dari Google maka atas request para siswa/i MM kelas 3 yg ada di PGRI, Lepisi, n Nesta juga karena diminta tolong oleh Pak Mawan hehehe.. maka kali ini akan saya tulis dalam blog saya, khusus mengenai PW untuk jurusan Multimedia yg sebentar lagi bakalan dimulai seindonesia. Sebenarnya sih gak terlalu good feel coz kesel juga sabtu kemaren MU (Manchester United) gak jadi menang krn ditahan imbang Arsenal 2-2 (

Sebenarnya apa itu Project Work (selanjutnya disingkat PW)? Persiapan apa aja yg mesti dibuat? Judul apa yg mesti saya pilih? Apa aja kendalanya? Bagaimana caranya agar nilai PW saya mendapat nilai yang tinggi? Wah kayaknya kebanyakan ya pertanyaannya hehehe… kita coba jawab satu persatu. Tulisan saya ini mungkin lumayan panjang bahkan dibanding tulisan saya selama ini untuk Tabloid PCplus.

Sebelum Anda baca lebih jauh tulisan ini kita buat kesepakatan bersama dulu. Tulisan ini merupakan pendapat saya secara pribadi, jadi mungkin ada beberapa hal yg bikin Anda gak setuju. Terserah Anda mau setuju atau gak. Anda boleh gak membaca tulisan ini dan saya persilahkan menutup browser lalu gak membuka situs ini lagi. Tapi jika Anda merasa tulisan ini bisa berguna bagi Anda silahkan baca sampai habis tanpa banyak protes.

Oya sekalian mau kasih tau, untuk jurusan TKJ, minta aja petunjuk dan contoh proposal dan laporan dari si Roni atw Sugar, bukannya saya gak mau bikin, tapi emang saya gak bisa bikin hehehe…

Apa itu Project Work?

Secara singkat PW merupakan tugas akhir bagi siswa SMK. Dimana seorang siswa dituntut untuk membuat proposal, produk, laporan, lalu mempresentasikan hasilnya dihadapan juri PW. Prosesnya mirip dengan seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang membuat skripsi. Serupa tapi tak sama. Lebih lengkapnya tanya aja sama Pak Mawan atau liat sendiri disitus depdiknas.

Download contoh produk

Salah satu keuntungan menjadi “kelinci percobaan” generasi kedua, adalah Anda bisa melihat dan mencontek contoh PW dari “kelinci percobaan” generasi pertama. Berhubung saya lagi berbaik hati, silahkan deh download aja filenya melalui link dibawah ini:

Download produk

Judul apa yang harus saya pilih?

Banyak faktor yg perlu dipertimbangkan sebelum memilih judul produk yang akan dibuat. Beberapa faktor yg hrs dipertimbangkan sbb:

  • Apa skill yang Anda miliki setelah 3 tahun belajar dan chating D di lab Multimedia? Jangan membuat produk yang diluar batas kemampuan Anda. Jangan berpikir… “ah nanti saya tanya aja sama Pak Mawan/Bu Mira..” atw “nanti saya tanya aja sama si anu…”, sebenarnya saat memasuki awal pembuatan proposal seharusnya kira-kira 90% Anda harus sudah bisa membuat produk Anda tanpa perlu bertanya lagi kepada siapapun. Intinya jangan nyusahin orang laen deh… teman sekelas Anda juga masing2 sedang membuat produknya. Secara keseluruhan semua produk MM membutuhkan sense of visualization yang dimiliki oleh pembuatnya. Maksud dari sense of visualization adalah kemampuan untuk membayangkan bentuk/objek dalam pikiran Anda, lalu menuangkankannya keatas kertas dalam bentuk gambar. Jadi sebaiknya Anda harus bisa menggambar diatas kertas. Kalo mau belajar caranya tanya aja sama Seven yang kabarnya bisa gambar sketsa film kartun sampe 1 rim kertas! Denger2 Seven lagi dapet proyek bikin komik neh… klo dah gajian jangan lupa makan2 lagi ya ven.. hehehe… D
  • Pertimbangkan kemampuan komputer lab multimedia… Komputer yang Anda pakai dilab MM memang berotak Pentium 4. Tapi speed yang dimilikinya belum memadai untuk sebuah komputer multimedia. Terutama memori utama yg cuma berjumlah 256 Mb. Untuk Anda yang membuat situs atw animasi dengan flash mungkin gak ada masalah. Tapi bagi yang menggunakan program editing video (biasanya yang produknya iklan layanan masyarakat) jangan harap bakalan bisa mengerjakannya dengan nyaman. ibarat seekor kerbau yang disuru membajak sawah 3 hektar dlm waktu 1 jam, jadi kemampuan komputer tidak sebanding dgn tugas yg hrs dikerjakannya, hasilnya satu kata… lemot…

Apa saja kendalanya?

Kalo bicara masalah kendalanya jangan ditanya deh… banyak banget hehehe D Kalo harus ditulis semua disini terlalu panjang, jadi saya tulis yg kira-kira dapat sangat mengganggu aja…

  1. Gak punya komputer dirumah. Ini alasan utama yg biasanya langsung terpikir. Saya sendiripun bisa jadi merasa sangat kesulitan kalo gak punya komputer dirumah. Apa lagi saya gak biasa diliatin orang kalo ngerjain sesuatu. Percaya deh rata-rata kakak kelas Anda juga bukan anak konglomerat. Kondisi ekonomi kami juga gak jauh beda dari Anda. Tapi kami semua gak mau nyerah dan mau berusaha untuk membuat PW kami yg terbaik sampai titik darah penghabisan hehehe. Diantara kami yang memiliki komputer pribadi bisa dihitung dengan jari, itupun gak semuanya memenuhi syarat sebagai komputer multimedia. Jadi JANGAN jadikan alasan jika Anda gak punya komputer dirumah.
  2. Waktu pelaksanaan PW mendekati UN. Ini alasan kedua yg langsung bikin bete nak MM. Itu sebabnya kenapa diawal tulisan ini saya menulis bahwa harus “banting tulang” saat PW. Bikin PW+pengayaan+pr+ulangan harian+remedial = cape deh… D
  3. Virus brengsek yang menyebar dilab MM. Hati-hati deh dgn kendala yg ke 3 ini. Biasanya virus lokal (buatan Indonesia) yang menyerang file bertipe Microsoft Word. Jadi hati2, jangan sampai file proposal n laporan Anda menjadi gak bisa dibuka/di print karena dirusak virus.

Bagaimana caranya agar PW saya mendapat nilai yang tinggi?

Bagaimana caranya? Apa aja yang gak boleh dilakukan?

  • Tunjukan kalau diri Anda “unik”. Bukan berarti Anda harus berbuat yg aneh2 D “unik” disini dalam arti produk Anda unik, yaitu berbeda dari produk yang dibuat oleh teman2 Anda. Kalo bisa dari ke 36 orang siswa MM, hanya ada 1 jenis produk seperti yang Anda buat. Ini sudah saya buktikan sendiri dengan membuat Game Interaktif dengan rekor nilai 8.80. Banyak juga teman generasi pertama yg membuat produk unik. Misalnya punya teman satu bangku saya sendiri, Hansen (“hantu senang” hehehe..) bikin produk aplikasi online pengelola database. Hery bikin situs perusahaan kosmetik, lengkap dgn company profilenya. Jenis produk yg saya sebutkan tadi hanya ada 1 dari ke 70 produk PW lainnya.
  • Buat semua elemen produk Anda original. Juri akan lebih menghargai produk Anda yang semua elemennya (teks, gambar, video, suara) buatan Anda sendiri. Jangan mimpi mendapat nilai tinggi kalo ternyata produk Anda gak lebih dari sekedar copy paste. Khusus untuk file suara, mungkin Anda mendapat sedikit toleransi karena membuat Sound FX dan Background musik itu susahnya bukan main. Nyari di Internet aja susah.. apalagi bikin sendiri.. hehehe…

Saran seputar PW…

Sekalian bagi-bagi saran siapa tau aja berguna… D

  1. Beli flash disk pribadi. Bukan mksud saya nyuruh Anda beli flash disk. Tapi percaya deh.. kalo saat PW Anda gak punya flash disk “ibarat makan sayur tanpa sendok”.. hehehe.. Apa maksudnya? Anda bakalan repot untuk mengamankan dan bekerja dengan file PW milik Anda. Seperti ilustrasi makan sayur tanpa sendok, Anda bisa aja makan langsung pake tangan, tapi hasilnya bisa jadi repot dan berantakan. Kalo Anda hanya menaruh file PW Anda dilab MM jangan berharap 100% kalau keesokan harinya saat Anda ingin membukanya kembali file tersebut masih ada.
  2. Tempat print murah ada di Perum. Saya kurang tau persis tempatnya dimana.. alias lupa, tapi disana ada tempat print murah. Cuma Rp. 200/lembar. Kalo gak salah satu tempat sama rental film Video Ezy. Biarpun murah tapi kualitasnya sama dengan yg Rp. 1000/lembar. Tapi ingat itu harga waktu saya lagi PW.. gak tau deh skrg hehehe.. D
  3. Save your money. PW butuh modal yg gak sedikit. Apalagi jika Anda sering gagal dan salah saat melakukan print dan burning CD. Jadi buat yg suka nomat dan smsan mending ditahan dulu deh, kecuali orang tua Anda punya pohon duit yang daunnya bisa dipetik kapan aja. Intinya jgn pernah nyusahin orang tua Anda dgn biaya yg seharusnya bisa Anda tanggung sendiri.
  4. Jangan malu bertanya sama orang laen. Didunia ini gak ada yang namanya orang bodoh. Jika Anda merasa sangat sulit mengerjakan produk Anda bukan berarti Anda bodoh tapi hanya belum tahu, jadi jangan malu2 tanya sama orang laen yg lebih tau atw berpengalaman. Tapi jangan juga “terlalu sering” bertanya sama teman / guru Anda, apalagi pertanyaan mendasar yg sebenarnya bisa Anda cari sendiri jalan keluarnya. Jika produk Anda sudah slesai, jangan sungkan untuk meminta pendapat dari teman/guru. Siapa tahu akan ada ide baru yang bisa dipake untuk produk Anda!

Pelajaran non-lab juga penting…

Kalo Anda menganggap pelajaran non-lab tidak penting saat mengerjakan PW, dengan berat hati saya harus bilang kalo Anda ternyata SALAH BESAR. Secara pribadi saat PW saya sangat terbantu dengan Matematika yaitu tentang Aljabar dan Logika ketika mengerjakan Game Interaktif Pelajaran bahasa Inggris untuk sekolah dasar. Untuk menggerakkan objek aja, saya harus membuat 940 baris kode pemrograman yang semuanya merupakan perhitungan matematika. itu baru 1 level permainan. Bagaimana kalau ada 7 level? berarti ada 6.580 baris actionscript.

Apa lagi pel Bahasa Inggris, karena rata-rata modul pembelajaran komputer yang bagus menggunakan bahasa Inggris. Jujur aja saya lebih suka membuka situs luar negeri yg berbahasa Inggris karena mereka gak pelit ilmu dan tulisan mereka lebih berkualitas dibanding situs dalam negeri. Memang saya gak ngerti semua bahasa inggris yg saya baca, paling banyak cuma 70%, tapi bagi saya itu udah lebih dari cukup.

Kenapa sampai saat ini saya belum bisa apa-apa?

Kalo suatu saat ada orang yg tanya sama Anda… “Setelah 3 tahun skul di Nesta, keahlian apa yg Anda bisa???”… “Wah kayaknya gak ada tuh, paling cuma bisa majang foto di Friendster n LC, terus chating pake Yahoo messenger.. itu doang deh kayaknya..” Masa iya sih Anda mau jawab kayak begitu?

Tapi bisa jadi memang ada yg jawab kayak begitu. Sebenarnya Anda semua memiliki talenta yg bisa diasah agar semakin berkembang. Caranya gak sulit, cuma harus sering praktek dan eksperimen. Trial dan error adalh hal yg biasa, kalau Anda gak pernah tahu dan merasakan kegagalan, Anda gak akan pernah tahu dengan apa yg namanya berhasil.

Jangan juga menyalahkan guru Anda kalo Anda ternyata gak bisa apa-apa. Kalo Anda udah kuliahpun, materi yg dikasih dosen paling cuma 30%, sisanya harus Anda cari sendiri. Jadi kenali potensi Anda sekarang. Dalam bidang apa saya memiliki sense yg tinggi? Apakah desain web? animasi? programming? atau digital imaging? Kalo sudah ketemu segera tingkatkan mulai dari sekarang.

Jangan sampai setelah lulus dari jurusan Multimedia Anda cuma bawa satu penyakit… KECANDUAN Internet!

Guru juga manusia…

Memang guru lab Anda dibayar untuk mengajar Anda. Tapi bukan berarti Anda bisa seenaknya meminta guru Anda untuk membantu mengerjakan produk Anda. Ingat guru Anda bukan spiderman yang langsung muncul kalo terjadi kejahatan. Guru Anda mungkin tidak langsung bisa membantu saat Anda bertanya. Jadi beri waktu dan kesempatan baginya untuk berpikir bagaimana cara menyelesaikan problem Anda.

Sering kali saya secara pribadi merasa kasihan kalo ada guru lab yang “dipaksa” untuk membantu pembuatan produk PW, apalagi jika produk tersebut bukan bidang keahlian yang ditekuninya. Contoh: Jika Anda mendapat kesulitan saat mengerjakan video, lalu bertanya kepada Pak Mawan, saya gak yakin 100% pertanyaan Anda bisa terjawab. Karena Pak Mawan sering kali bekerja dibidang Internet (desain situs / database) bukan video seperti halnya Pak Odang.

Numb….
I’ve become so numb,
I can’t feel you there,
Become so tired,
So much more aware,
I’m becoming this,
All I want to do,
Is be more like me,
And be less like you…. (Linkin Park – Numb)

Saat-saat menjelang PW mungkin Anda merasa “tersiksa” berada dalam keadaan Numb (mati rasa), bukan karena ditolak /putus cinta tapi karena Anda menjadi terlalu khawatir mengenai PW Anda. Jika Anda merasa bingung, pusing, stres, dan sedikit gila D ini bukan berarti Anda lemah dan tidak mampu menghadapinya, melainkan membuktikan bahwa Anda adalah manusia dan siswa/i yang bertanggung jawab. Orang yang tidak bertanggung jawab tidak pernah merasa bingung karena selalu lari saat menghadapi tantangan. Bagi seseorang yang berupaya menuju sukses tantangan merupakan “cambuk” bagi dirinya untuk berkembang kearah yang lebih baik. Nikmati bagaimana “tersiksanya” saat sekolah, karena saat lulus Anda bisa jadi merindukan saat2 demikian bersama teman2 Anda.

No body perfect…

Another perfect person… begitu kata HOOBASTANK. Gak ada orang yg sempurna, jadi gak bakal ada orang yg menuntut kesempurnaan dari Anda. Tapi bukan berarti Anda bisa berkata dalam hati.. “Ya udah deh.. klo begitu produknya dibikin asal-asalan aja…”, ini merupakan pikiran yg salah. Orang lain memang tidak menuntut Anda sempurna, tapi orang lain dapat melihat seberapa jauh Anda dari kesempurnaan. Misalnya begini, gak ada standar ukuran seorang perempuan bisa dikatakan cantik. Tapi Anda bisa dengan mudah menilai seseorang cantik dengan melihat seberapa jauh dia dari yang namanya kecantikan nyambung gak ya D Juri PW dapat melihat seberapa jauh produk Anda dari kesempurnaan. Jadi buatlah PW sebagai momen untuk membuat masterpiece (karya terbesar) Anda selama ini. Keluarkan seluruh energi, kreatifitas, dan sumber daya yang Anda miliki untuk membuatnya.

Let’s begin now…

Berhubung tulisan ini sudah sangat panjang, mungkin kalo diukur udah hampir 2 meter panjangnya hehehe… D Maka satu lagi pesan saya adalah mulai kerjakan PW Anda dari sekarang, jangan pernah menunda. Time is running out… begitu kata Muse. Waktu bukan lagi berjalan, melainkan berlari. Siapa tahu nanti Tangerang bakalan sering mati listrik dan Anda jadi gak bisa mengerjakan apa-apa? D

OK… berhubung udah malem dan saya ingin persiapan buat nonton Liga Champions lalu maen Winning Eleven hehehe.. sampai disini dulu.. deh. Kalo ada pertanyaan jangan kirim lewat email dan sms karena gak bakalan saya bales hehehe… Pake aja fasilitas kirim komentar diblog ini. Gud luck n success for u!