Tutorial desain theme WordPress: Perintah PHP di WordPress – Bagian 2

Pada artikel Perintah PHP di WordPress – Bagian 1 kita telah membahas berbagai perintah PHP standar bawaan WordPress yang perlu kita pahami sebelum membuat theme. Beberapa perintah pada file functions.php, sidebar.php, dan footer.php belum dibahas. Nah, kali ini kita coba membedah berbagai fungsi yang ada. Tanpa basa-basi lagi ayo kita mulai!

Membuat berbagai fungsi di WordPress (functions.php)

Segala macam fungsi pada WordPress baik yang standar maupun buatan Anda sendiri harus diletakkan pada file bernama functions.php. Misalnya fitur Widget pada theme harus didefinisikan/didaftarkan terlebih dahulu melalui file ini. Bagi programmer yang sudah advance mereka sering membuat berbagai fitur baru yang ‘tidak biasa’. Misalnya pada theme yang memiliki banyak file CSS untuk style, fitur untuk memilih style (bukan theme tapi file style.css) bisa langsung dilakukan melalui halaman admin tanpa perlu mengutak-atik file tersebut. Contoh lain adalah theme yang memiliki widget lebih dari 1, bahkan Anda bisa membuat widget hingga 3 sekaligus dalam satu theme.

Kali ini file functions.php yang coba kita bedah hanya yang standar saja. Contoh dari functions.php adalah sebagai berikut.

  1. < ?php
  2. if ( function_exists('register_sidebar') )
  3. register_sidebar(array(
  4. 'before_widget' => '<li>',
  5. 'after_widget' => '</li>',
  6. 'before_title' => '<h2>',
  7. 'after_title' => '</h2>',
  8. ));
  9. ?>

LETAK SKRIP: Hanya ada pada file functions.php.

DEFINISI:

Skrip diatas adalah contoh sederhana bagaimana cara mendaftarkan widget pada sidebar di WordPress.

'before_widget' => '<li>',
'after_widget' => '</li>',

Setiap fitur WordPress yang Anda daftarkan melalui widget akan diapit oleh tag <li> dan diakhiri oleh tag </li>. Tag LI (List Item) biasa digunakan untuk mengelompokkan. Sehingga secara otomatis akan ada jarak antara fitur yang satu dengan yang lain.

'before_title' => '<h2>',
'after_title' => '</h2>',

Setiap NAMA fitur WordPress yang ditampilkan pada sidebar akan diapit oleh tag heading <h2> dan diakhiri oleh tag </h2>. Tag heading biasa digunakan pada judul. Anda juga bisa kok menggunakan H1-H6.

Membentuk Sidebar (sidebar.php)

Pada umumnya skrip dasar dari sidebar sebuah theme WordPress adalah sebagai berikut.

  1. < ?php
  2. if ( !function_exists('dynamic_sidebar') || !dynamic_sidebar() ) : ?>
  3. < ?php wp_list_pages(); ?>
  4. < ?php wp_list_categories(); ?>
  5.  
  6. <form id="searchform" method="get" action="<?php bloginfo('home'); ?>">
  7. <input type="text" name="s" id="s" size="15" /><br />
  8. <input type="submit" value="Search" />
  9. </form>
  10.  
  11. < ?php wp_get_archives('type=monthly'); ?>
  12.  
  13. <li>< ?php wp_register(); ?></li>
  14. <li>< ?php wp_loginout(); ?></li>
  15. <li><a href="<?php bloginfo('rss2_url'); ?>">Langganan RSS</a></li>
  16. <li><a href="<?php bloginfo('comments_rss2_url'); ?>">Langganan Komentar</a></li>
  17.  
  18. < ?php endif; ?>

LETAK SKRIP: Biasanya hanya ada pada file sidebar.php. Tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada file lainnya.

DEFINISI:

<?php
if ( !function_exists('dynamic_sidebar') ||
!dynamic_sidebar() ) : ?>
/* skrip dipotong */
<?php endif; ?>

Memeriksa apakah ada widget yang diaktifkan. Jika Ya, maka sidebar akan menampilkan berbagai widget secara dinamis sesuai dengan urutan dan widget yang diaktifkan. Jika tidak maka berbagai perintah PHP yang diapit oleh skrip diatas (ditandai oleh /* skrip dipotong */) akan dijalankan.

<?php wp_list_pages(); ?>
Menampilkan daftar halaman.

<?php wp_list_categories(); ?>
Menampilkan daftar kategori artikel.

<form id="searchform" method="get"
action="<?php bloginfo('home'); ?>">
<input type="text" name="s" id="s" size="15" /><br />
<input type="submit" value="Search" />
</form>

Sebenarnya ini cuma skrip untuk membuat kotak pencarian. Hasil pencarian dari kata kunci yang dimasukkan akan diarahkan oleh skrip <?php bloginfo('home'); ?> yang menuju kehalaman homepage (index.php).

<?php wp_get_archives('type=monthly'); ?>
Menampilkan arsip posting dalam bentuk bulanan. Anda bisa menggantinya dengan bentuk daily (harian), postbypost (perpost dari posting terbaru), dan weekly (mingguan). Anda juga bisa membatasi jumlah posting yang ingin ditampilkan. Cukup dengan menambahkan perintah &limit=jumlah. Misal untuk menampilkan arsip dengan tipe bulanan sampai dengan 5 bulan, skripnya adalah <?php wp_get_archives('type=monthly&limit=5'); ?>.

<?php wp_register(); ?>
Menampilkan link yang mengarah kehalaman login blog. Jika sudah login maka link akan langsung menuju halaman Dashboard.

<?php wp_loginout(); ?>
Sesuai dengan namanya, berfungsi untuk menampilkan link logout dari user Anda.

<?php bloginfo('rss2_url'); ?>
Menampilkan link untuk berlangganan RSS dari artikel.

<?php bloginfo('comments_rss2_url'); ?>
Menampilkan link untuk berlangganan RSS dari komentar.

Sebenarnya masih ada banyak fungsi lainnya. tapi karena sudah ada widget Anda tidak perlu bersusah payah menuliskan skripnya. Cukup memasukkan widget dengan drag n drop melalui dashboard Anda bisa dengan mudah mengaturnya.

Membentuk footer (footer.php)

Tidak ada yang spesial dari footer karena biasanya hanya sebagai tempat untuk menampilkan hak cipta serta informasi tambahan lain seputar blog. Namun footer bukan hal yang sepele. Ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lupakan. Pada saat mendesain header.php kita telah menuliskan tag HTML <html> dan <body>. Kedua tag tersebut belum ditutup maka tugas footer adalah menutupnya, karena jika tidak maka isi desain blog tidak akan muncul. Berikut contoh sederhana dari footer.

  1. < ?php wp_footer(); ?>

LETAK SKRIP: Hanya ada pada file footer.php

DEFINISI:

<?php wp_footer(); ?>
Fungsinya sama dengan <?php wp_head(); ?> pada header.php. Bisa dikatakan sebagai identitas untuk menandai file tersebut sesuai dengan fungsinya.

Ingin lebih banyak?

Semua penjelasan yang ada pada artikel ini menggunakan kata-kata saya sendiri, jadi mohon maklum ya kalau ada yang penjelasan yang kurang detail, lengkap, dan akurat hehehe… Kalau Anda ingin penjelasan lebih lanjut tentang SEMUA perintah dan fungsi WordPress, maka WordPress Codex merupakan tempat belajar WordPress terbaik dibanding situs/blog manapun.

Artikel berikut akan membahas tips dan trik saat menggunakan perintah-perintah yang telah Anda pelajari. Akhir kata.. Selamat Belajar!

Jangan lupa berlanggan dan komentar ya! ayuk

Ternyata gak ada yang rusak

Tadi malam tukang servis elektronik yang juga kenalan saya datang kerumah untuk memeriksa monitor Samsung SyncMaster 753s 17″ yang rusak sejak minggu kemarin. Seperti yang sudah saya ceritakan bahwa kerusakannya adalah tampilan warna yang kacau akibat warna hijau yang hilang. Perpaduan warna RGB (Red, Green, Blue) yang kurang lengkap berakibat banyak warna yang muncul menjadi aneh karena tidak sesuai pada tempatnya. Wallpaper Spiderman 3 saya yang warna hitam saja berubah jadi pink.

Setelah kira-kira 1 jam membongkar casing monitor dengan susah payah, akhirnya isi monitor bisa dilihat juga. Komponen yang dicurigai rusak adalah IC yang mengatur RGB. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menyolder ulang timah yang ada pada PCB, karena menurut si tukang servis, timah lama-lama juga bisa menguap habis jika sering dipanaskan dalam jangka waktu yang lama, apalagi monitor saya sudah 4 tahun umurnya. Eh, benar aja setelah disolder ulang dan dicoba dihidupkan ternyata tampilannya sudah normal seperti bisa. Jadi sebenarnya gak ada satupun komponen yang rusak. Cuma kurang timah aja sehingga aliran listrik gak bekerja dengan normal.

Pelajarannya? Jika punya barang elektronik yang rusak sebisa mungkin servis dikenalan Anda. Bisa saja saya ditipu habis-habisan oleh tukang servis lain kalau ternyata dia bohong bahwa IC RGB rusak. Apalagi barangnya memang susah dicari dan cukup mahal harganya.

Meskipun banyak artikel yang telat tapi jadwal yang sudah dibuat akan tetap jalan kok…

Mohon ditunggu ya… musik

Tutorial desain theme WordPress: Perintah PHP di WordPress – Bagian 1

Pada artikel seri tutorial desain WordPress bagian 1, kita telah membahas berbagai file yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah theme yang lengkap. Nah, artikel kali ini akan melanjutkan pembahasan mengenai isi dari file-file tersebut. WordPress memiliki banyak perintah-perintah dasar yang ditulis dalam bahasa PHP. Tugas Anda saat mendesain theme adalah meletakkan perintah-perintah dasar tersebut pada letak dan file yang tepat.

Agar lebih mudah memahami, kita akan coba ‘bedah’ masing-masing isi dari file theme WordPress. Tidak semua file dibedah, cukup yang berbeda aja. Kalau yang mirip-mirip bisa Anda pelajari sendiri secara otodidak. Berikut adalah berbagai macam perintah, definisi, dan letak file dimana perintah tersebut ada.

Membentuk Homepage Blog (index.php)

Skrip dasar dari index sebuah blog adalah seperti berikut ini.

  1. < ?php get_header(); ?>
  2. < ?php if (have_posts()) : ?>
  3. < ?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
  4. <a href="<?php the_permalink(); ?>" rel="bookmark">< ?php the_title(); ?></a><br />
  5. Posted in < ?php the_category(","); ?>
  6. < ?php the_time(__('F jS, Y')) ?> by < ?php the_author() ?>
  7. < ?php the_content(__('Read the rest of this entry »')); ?>
  8. < ?php endwhile; ?>
  9. < ?php next_posts_link(__('« Older Entries')) ?>
  10. < ?php previous_posts_link(__('Newer Entries »')) ?>
  11. < ?php else : ?>
  12. < ?php endif; ?>
  13. < ?php get_sidebar(); ?>
  14. < ?php get_footer(); ?>

LETAK SKRIP: index.php. Bisa juga digunakan pada file archive.php, page.php, search.php, dan single.php

DEFINISI:

<?php get_header(); ?>
Menyertakan isi dari file header.php pada homepage

<?php if (have_posts()) : ?>
<?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
/* skrip dipotong */
<?php endwhile; ?>
<?php else : ?>
<?php endif; ?>

Perintah if untuk memeriksa apakah posting yang diminta ada atau tidak. Pada halaman index, archive, dan search, perintah while berfungsi untuk mengulang perintah yang ada didalamnya (letak perintahnya ditandai oleh teks /* skrip dipotong */). Makanya meskipun perintah untuk menampilkan posting cuma ditulis sekali, tapi satu halaman bisa menampilkan lebih dari 1 posting sekaligus.

<?php get_sidebar(); ?>
Menyertakan isi dari file sidebar.php pada homepage.

<?php get_footer(); ?>
Menyertakan isi dari file footer.php pada homepage.

Penjelasan dari skrip yang dipotong juga dijelaskan diartikel ini pada bagian “Menampilkan Posting dan Informasinya”.

Berbagai Perintah Pada Bagian Header (header.php)

Contih berbagai skrip PHP yang ada pada bagian header (file header.php).

  1. <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" <?php language_attributes(); ?>>
  2. <head profile="http://gmpg.org/xfn/11">
  3. <meta http-equiv="Content-Type" content="<?php bloginfo('html_type'); ?>; charset=< ?php bloginfo('charset'); ?>" />
  4. <title>< ?php bloginfo('name'); ?>< ?php wp_title(); ?></title>
  5. </meta><meta name="generator" content="WordPress <?php bloginfo('version'); ?>"/>
  6. <link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_url'); ?>" type="text/css" media="screen" />
  7. </link><link rel="alternate" type="application/rss+xml" href="< ?php bloginfo('rss2_url'); ?>" />
  8. </link><link rel="pingback" href="<?php bloginfo('pingback_url'); ?>" />
  9. < ?php wp_head(); ?>
  10. </link></meta></head>
  11. <body>
  12. <h1><a href="<?php echo get_option('home'); ?>/">< ?php bloginfo('name'); ?></a></h1>
  13. < ?php bloginfo('description'); ?>

LETAK SKRIP: hanya ada pada file header.php.

DEFINISI:

<?php language_attributes(); ?>
Menampilkan keterangan bahasa yang digunakan pada blog.

<?php bloginfo('html_type'); ?>
Menampilkan informasi muatan HTML.

<?php bloginfo('charset'); ?>

Menampilkan informasi standarisasi penulisan karakter yang digunakan.

<?php bloginfo('name'); ?><?php wp_title(); ?>
Menampilkan nama blog serta Judul blog. Keterangannya bisa diatur melalui halaman Admin.

<?php bloginfo('version'); ?>
Menampilkan versi dari engine WordPress yang digunakan. Misal 2.5.1.

<?php bloginfo('stylesheet_url'); ?>
Berfungsi sebagai tautan (link) dinamis yang mengarah ke folder theme yang sedang digunakan. Misal sebuah blog yang menggunakan theme bernama Love2, maka perintah PHP diatas akan secara otomatis membentuk link ke arah file style.css dari theme tersebut (Contoh: http://namablog.com/wp-content/themes/love2/style.css)

<?php echo get_option('home'); ?>
Berfungsi sebagai link yang mengarah langsung kehalaman depan (homepage).

<?php bloginfo('description'); ?>
Menampilkan deskripsi dari blog. Keterangan deskripsi bisa diatur melalui halaman Admin.

<?php bloginfo('pingback_url'); ?>.
Menampilkan target PING dari blog WordPress. URL akan mengarah ke sebuah file bernama xmlrpc.php.

Menampilkan Posting dan Informasinya

  1. < ?php if (have_posts()) : ?>
  2. < ?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
  3. <a href="<?php the_permalink(); ?>" rel="bookmark">< ?php the_title(); ?></a><br />
  4. Posted in < ?php the_category(","); ?>
  5. < ?php the_time(__('F jS, Y')) ?> by < ?php the_author() ?>
  6. < ?php the_content(__('Read the rest of this entry »')); ?>
  7. < ?php endwhile; ?>
  8. < ?php next_posts_link(__('« Older Entries')) ?>
  9. < ?php previous_posts_link(__('Newer Entries »')) ?>
  10. < ?php else : ?>
  11. < ?php endif; ?>

LETAK SKRIP: index.php, archive.php, page.php, search.php, dan single.php

DEFINISI:

<?php the_permalink(); ?>
Permanent link dari sebuah posting (Contoh: http://dhinata.com/trend-menulis-untuk-blog-orang-lain.html).

<?php the_title(); ?>
Menampilkan judul dari sebuah artikel.

<?php the_category(","); ?>
Menampilkan kategori dari artikel yang ditampilkan.

<?php the_time(__('F jS, Y')) ?>
Menampilkan waktu publish artikel. Pada skrip diatas urutan penulisannya adalah Bulan-Tanggal-Tahun.

<?php the_author() ?>
Menampilkan nama author/user yang menulis artikel.

<?php next_posts_link(__('« Older Entries')) ?>
Menampilkan link untuk menuju posting berikutnya.

<?php previous_posts_link(__('Newer Entries »')) ?>
Menampilkan link untuk menuju posting sebelumnya.

Ok, karena sudah cukup panjang maka artikel sipotong menjadi 2 bagian. Besok kita bahas berbagai perintah WordPress untuk functions.php, sidebar.php, dan footer.php. Kalau ada yang salah tolong dikoreksi ya, coz saya memang bukan web programmer kok hehehe…

Oya, kalau ada yang kurang tolong ditambah ya.. ngacir

Jangan lupa berlangganan dan komentarnya ya! ayuk

Tutorial desain theme WordPress: Pengenalan file dan fungsi

Sebenarnya saya masih dalam keadaan kurang nyaman akibat monitor PC yang rusak, namun janji harus selalu ditepati. Pada bagian awal tutorial desain theme WordPress kita akan membahas beragam file yang diperlukan untuk membentuk sebuah theme untuk blog WordPress.

Pendahuluan

Sebelum membahas lebih jauh, ada aturan dasar yang perlu Anda pahami. WordPress telah membuat aturan dasar untuk memberi nama file-file dalam sebuah theme sesuai dengan fungsinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan desainer dalam membuat theme sehingga ada standarisasi yang berlaku pada theme hasil karyanya. Apa saja itu?

File Standar (Harus ada)

  • index.php. Ini adalah file induk yang mengatur tampilan awal (homepage) sebuah blog. Lewat file ini Anda bisa menampilkan posting terbaru serta mengatur fitur pada halaman depan blog Anda.
  • header.php. File penting yang mengatur tampilan atas sebuah blog. Isi filenya adalah berbagai tag HTML seperti <html>, <head></head>, <title></title>, <body> juga berbagai macam meta tag.
  • single.php. Desain permalink (permanent link) blog WordPress diatur oleh file ini. Contohnya adalah halaman web yang sedang Anda baca saat ini. Fungsinya adalah untuk menampilkan artikel lengkap dari judul yang dipilih oleh pengunjung. Pengetahuan untuk mengolah file single.php sangatlah penting, terutama bagi yang suka bereksperimen dengan tataletak iklan pada blog.
  • page.php. Fungsinya untuk menampilkan Halaman (bukan posting) pada blog Anda. Misalnya halaman About Me. Contoh halaman pada blog ini adalah CV Yoki Dhinata dan Daftar Isi.
  • sidebar.php. Kalau Anda memang seorang blogger pasti tahulah yang namanya sidebar. Biasanya letaknya ada dikanan. Berfungsi untuk menampilkan widget dari berbagai fitur khas blog seperti kalender, blogroll, categories, dan lain-lain.
  • archive.php. Menampilkan arsip posting dari sebuah kategori dan tag. Desain pada file ini sangat penting dalam SEO karena mesin pencari akan menjelajah semua posting blog Anda melalui halaman arsip.
  • search.php. Berfungsi untuk menampilkan hasil perncarian yang dilakukan oleh pengunjung blog Anda (bukan dari search engine). Biasanya tampilannya mirip dengan file archive.php.
  • comments.php. Sesuai dengan namanya, file ini mengatur tanpilan form komentar serta berfungsi untuk menampilkan komentar pengunjung dalam sebuah artikel. ‘Teman setianya’ adalah single.php karena comments.php akan ditampilkan pada permalink sebuah artikel.
  • footer.php. Fungsi dan isi dari file footer.php adalah kebalikan dari header.php. Fungsinya untuk menampilkan bagian bawah sebuah blog WordPress. Berisi berbagai tag HTML penutup seperti </body> dan </html>. Biasanya digunakan untuk menampilkan copyright serta info seputar blog lainnya.
  • style.css. Layout, pewarnaan, serta berbagai efek desain diatur oleh file ini. Peran file style.css dalam theme blog sangatlah penting. Isi dari file style.css akan dibahas pada artikel membuat layout desain blog yang terbit beberapa hari yang akan datang.

File Tambahan (Tidak mutlak)

  • functions.php. File ini Anda butuhkan untuk mengaktifkan fungsi widget pada theme juga fungsi buatan Anda sendiri lainnya yang tidak standar dari WordPress.
  • 404.php. Fungsi dari file ini adalah menggantikan halaman 404 dari browser. Kode 404 adalah kode erorr yang muncul ketika sebuah website/halaman website tidak bisa dibuka atau tidak ketemu. Agar tampak lebih bagus dalam tampilan dan SEO, maka 404.php bisa Anda gunakan.
  • searchform.php. Berisi skrip HTML untuk menampilkan kotak input text yang digunakan untuk melakukan pencarian dalam blog. Sudah mulai jarang digunakan karena biasanya kotak pencarian sudah dimasukkan kedalam sidebar atau bagian lain pada blog.
  • screenshot.png. Sesuai dengan namanya adalah untuk menampilkan screenshot dari desain blog Anda dalam format PNG dengan ukuran 300×225 pixel. File ini boleh ada, boleh nggak. Kalau ada bagus, kalau gak ada juga gak apa-apa.

Yang perlu Anda tahu…

Meskipun beragam file theme WordPress dalam artikel ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu File Standar dan File Tambahan, dalam peberapannya Anda memerlukan semua file tersebut untuk membuat sebuah theme yang lengkap. Namun ada juga beberapa theme yang bahkan tidak menyertakan beberapa file standar dalam paketnya. Misalnya theme classic yang selalu disertakan dalam paket CMS WordPress.

Theme bernama classic dari WordPress tidak menyertakan file single.php, page.php, dan search.php sehingga fungsi dari ketiga file tersebut digantikan oleh file index.php. Bisa digantikan karena memang fungsi dari keempat file tersebut sebenarnya sama namun tetap tidak bisa diberlakukan sebaliknya. Misalnya menggantikan index.php dengan single.php.

Pada artikel yang akan datang kita akan membahas beragam fungsi dari perintah PHP dalam WordPress.

Jangan sampai terlewat ya nggaya jangan lupa komentarnya ayuk

UPDATE: Informasi tentang 404.php dan searchform.php sudah ditambahkan.

Gara-Gara Monitor Rusak

Kejadiannya tepat tanggal 20 kemarin, 3 hari setelah Indonesia merdeka. Seperti biasa pagi-pagi waktu mau nulis posting untuk DHINATACOM saya merasa ada sesuatu yang aneh pada monitor PC saya, memang masih bisa hidup dan tampilan layarnya jernih seperti biasa tapi… OMG warna hijaunya hilang!

Ya, monitor normal biasanya akan menampilkan 3 warna standar RGB (Red, Green, Blue) untuk dipadukan menjadi jutaan warna lainnya. Karena warna hijaunya hilang tampilan warna dimonitorpun jadi kacau, warna putih menjadi warna pink serta warna yang lainnya juga tampak seperti merah muda. Ternyata monitor Samsung SyncMaster 753s 17″ yang sudah 4 tahun lebih menemani saya kerja dan main game harus menyerah juga..

Akibat monitor ini rusak jadwal posting untuk blog ini juga jadi terlambat damn

Proyek blog baru saya untuk AdSense juga diundur sampai bulan depan sial

Sempat tanya ketukang servis, katanya sih yg rusak adalah transistor untuk mengatur RGB-nya. Ya, mudah-mudahan bisa diperbaiki, tapi katanya baru bisa datang kerumah minggu depan. Mungkin ada yang bingung, saya nulis posting ini dimana? dinotebook? diwarnet? Bukan. Saya punya monitor cadangan yaitu Acer 34TL 14″. Tapi itu bukannya tanpa masalah..

Setelah dipakai sekitar 30 menit layar monitor jadi agak buram karena sudah tua nangis

Ya, dari pada kesel mending denger musik aja..

Untuk yang udah request artikel mohon sabar ya!

Download Serial Number dan Crack di Internet Sudah Legal?

pc media 0606Belum lama ini saya menjelajah harddisk 80 Gb di PC saya yang sudah mulai ‘buncit’ karena sudah terlalu banyak file yang ditampungnya. Iseng-iseng saya baca kembali koleksi digital majalah PC Media tahun 2006 dalam format PDF. Salah satu artikel yang menarik perhatian saya ada pada halaman 62 dengan judul Security: Serial Number, Key Generator, dan Crack Tools.

Judul menarik yang dibahas sebanyak 6 halaman tersebut, pada bagian awal artikel isinya tidak jauh beda dengan salah posting pada DHINATACOM yaitu Mencari Serial Number dan Crack Di Internet. Alasan mengapa penggunaan serial number pada saat menginstall aplikasi dan berbagai cara yang umum dilakukan untuk mendapatkan serial number dan crack melalui Internet juga dibahas. Namun setelah membaca sampai habis, ada beberapa perbedaan yang menonjol.

Berbeda dengan tulisan saya yang hanya menginformasikan kepada para pembaca bagaimana para pembajak memanfaatkan Internet untuk membajak software, eh.. artikel dari PC Media malah lebih cenderung mengajarkan bagaimana cara menemukan serial number dan mendownload crack dengan cara yang baik dan benar. Mulai dari cara mengatur browser agar ‘lebih aman’ saat mendownload, cara mencari dengan efektif menggunakan Google, hingga memberikan daftar situs yang menyediakan serial number dan crack. Mau bukti? Lihat saja screen shot majalahnya dibawah ini.

situs bajakan

Bukannya memperingatkan untuk hati-hati kepada para pembaca yang suka mencari serial number dan crack, eh malah memberikan jalan yang lebih lebar lagi bagi para pembajak. Bisa dipastikan akan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong beralih profesi menjadi pembajak software sehingga semakin terkenal saja dimata dunia sebagai negara pembajak tertinggi didunia.

Pantaskah hal ini dilakukan oleh sebuah media TI yang mengaku menjadi market leader media cetak TI di Indonesia? Saya rasa tidak.

Bagaimana pendapat Anda?


Sekadar info, gara-gara nulis artikel Mencari Serial Number dan Crack Di Internet, saya malah dapat banyak hujatan.. hehehe..emang bener kata orang, orang baik banyak yang sirik ngacir

Trend Menulis Untuk Blog Orang Lain

Ada blogger yang menulis untuk blog orang lain? Emang gak punya blog sendiri? Atau mau nulis karena dibayar kali ya?.. Pertanyaan seperti ini bisa jadi muncul ketika kita mengamati trend yang belakangan ini muncul dikalangan blogger dalam negeri. Ya, menulis untuk blog orang lain seperti menjadi budaya baru yang dikembangkan layaknya yang sudah dilakukan oleh para blogger luar negeri.

Sudah 2 blog yang saya temukan mulai mempopulerkan budaya ini, namun mengenalkannya dengan cara yang berbeda. Pertama adalah Blogguebo and Friends’ Project yang dimulai sejak Juni 2008. Tulisan Anda tidak harus panjang, 1 paragraf saja cukup kok. Anda akan diminta untuk menjawab 1 buah pertanyaan yang diberikan. Jika beruntung, nama Anda, alamat blog dan komentar Anda akan ditampilkan.

Kenapa saya bilang beruntung? Karena saya belum pernah menerima 1 pertanyaanpun padahal sudah pernah mendaftar nangis

Blog kedua yang menerima tulisan dari blogger lain adalah CosaAranda.Com yang sedang berkampanye Guest Blogging dan Community Writing. Istilah Guest Blogger diperkenalkan untuk memaksudkan blogger yang menyumbangkan tulisan dalam kampanye tersebut.

Tulisan saya sudah sering dimuat kok disana hehehe.. yess nggaya

Lalu apa manfaatnya? Jelas ada. Dengan menyumbangkan tulisan kita diblog seleb, trafik yang deras dan backlink yang berkualitas bisa didapat. Ikatan tali persaudaraan antar blogger dan komunitas antara sipemilik blog dan penulis bisa lebih berkembang. Jadi blogging kini tidak hanya dapat dilakukan diblog milik sendiri.

Bagaimana.. mau mencoba? Ayo buruaaaannn! ngacir

Belajar HTML lebih lanjut – Bagian 2

Artikel sebelumnya kita telah membahas cara penulisan tag HTML, struktur HTML, dan beberapa tag standar HTML serta cara penggunaannya. Artikel ini masih kelanjutan artikel tersebut. Materi yang dibahas adalah berbagai format HTML untuk teks, link, serta gambar. Seperti biasa, tanpa banyak basa-basi lagi.. mari kita mulai..

Berbagai Format Text

Tag Keterangan
<b> … </b> Cetak tebal
<i> … </i> Cetak miring
<u> … </u> Garis bawah
<strike> … </strike> Garis tengah
<center> … </center> Rata tengah
<big> … </big> Ukuran text menjadi lebih besar
<small> … </small> Ukuran text menjadi lebih kecil
<sup> … </sup> Membuat efek Superscript
<sub> … </sub> Membuat efek Subscript
<blockquote> … </blockquote> Membuat indentasi paragraf

Semua tag diatas harus diletakkan diantara tag <body> ... </body>.

Membuat Link

Hyperlink yang sering juga disingkat menjadi link menggunakan anchor tag <a> untuk menentukan hyperlink dalam dokumen HTML. Cara penulisannya seperti berikut.

  1. <a href="URL tujuan" target="target"> Tulisan/Gambar </a>

URL tujuan harus ditulis lengkap beserta protokol yang digunakan.
Misal http://www.dhinata.com/.

Target menentukan apakah sebuah halaman web tujuan perlu dibuka dalam browser baru atau tidak. Jika ingin membuka link tanpa harus menutup halaman yang sedang dibuka, maka target yang harus digunakan adalah _blank. Sebagai contoh jika ingin membuat link untuk dhinata.com dengan menggunakan target blank, skripnya sebagai berikut.

  1. <a href="http://www.dhinata.com" target="_blank"> Tulisan/Gambar </a>

Menampilkan Gambar

Cukup dengan 1 baris skrip saja Anda sudah bisa menampilkan gambar. Cara penulisannya adalah sebagai berikut.

  1. <img src="URL gambar"/>

Ukuran gambar seperti tinggi dan lebar bisa diatur sesuai dengan keinginan. Cukup dengan menambahkan properti width="value" dan height="value". Misalnya jika ada sebuah gambar Jpeg berukuran 800×600 pixel yang ingin ditampilkan dengan ukuran 200×150 pixel, penulisan tag-nya seperti ini.

  1. <img src="namagambar.jpg" width="200" height="150"/>

Sebenarnya masih banyak lagi tag HTML dan properti yang belum dibahas dalam artikel ini dan kemarin. Tujuannya supaya perlahan-lahan Anda lebih dapat memahami ketimbang lebih banyak materi malah jadi bingung. Bagi yang merasa masih kurang, silahkan download ebook berikut ini yang menurut saya pribadi sudah lengkap kok materinya. Malah ada bahasan tentang CSS lagi..

Download Ebook HTML dan CSS

Besok kita akan bahas CSS sesuai dengan kebutuhan aja.. selamat belajar ide

Belajar HTML lebih lanjut – Bagian 1

Bahasa HTML memiliki tugas penting dalam sebuah website/blog, yaitu menampilkan isi suatu halaman yang bisa terdiri dari teks, gambar, audio, video, dan lain-lain. Maka HTML memiliki beragam sintaks penting yang sudah dibuat standarnya oleh W3C. Pada artikel kali ini kita akan kembali membahas beberapa sintaks penting HTML dan cara penggunaannya. Materinya sesuai dengan yang saya janjikan kemarin, porsinya sesuai dengan yang Anda butuhkan sebelum membuat theme sendiri. Mari kita mulai..

Pendahuluan

Perintah-perintah dalam HTML biasa disebut dengan tag. Aturan tag standar HTML yang harus ada sudah pernah dibahas. Cara penulisannya tidak bersifat case sensitive. Jadi penulisan tag <HTML> akan dianggap sama dengan <html> oleh browser.

Struktur HTML

3 bagian utama HTML adalah HTML, HEAD, dan BODY. Urutannya sebagai berikut.

  1. <html>
  2. <head>
  3. <title></title>
  4. </head>
  5. <body></body>
  6. </html>

Tag <html> harus ada dibagian awal lalu diakhiri dengan </html>.

Tag <head></head> mengapit tag <title></title> yang fungsinya menampilkan judul halaman pada browser. Tag META juga ada dibagian HEAD. Fungsi dan cara penggunaan tag META juga dibahas diartikel ini.

Tag <body></body> berfungsi untuk menampilkan semua elemen isi dari halaman web seperti teks, link, gambar, dll.

Tag Standar HTML

Meta. Tag META berguna untuk menampilkan informasi mengenai suatu dokumen HTML. Biasanya untuk memuat informasi mengenai author, keyword, dan lainnya.

Cara penulisannya sebagai berikut:
<META name="ATTRIBUTE" content="value">
.

Misal untuk memberikan informasi tentang author, cara penulisannya tagnya sebagai berikut:
<META name=”Author” contents=”Yoki DHINATA”>.

Contoh atribut META tag lainnya yang bisa Anda gunakan bisa dilihat pada source code halaman ini.

Heading (H1 – H6). Berfungsi untuk membuat judul halaman dengan batas antara H1 – H6. Masing-masing tag memiliki ukuran yang berbeda, dari tingkat paling besar hingga lebih kecil. Cara penulisannya sebagai berikut: <h1>Contoh tag H1</h1>.

Paragraf (<p></p>). Fungsinya untuk membuat paragraf, sehingga akan secara otomatis memberikan jarak vertikal antara bagian atas dan bawahnya. Cara penulisannya sebagai berikut: <p>Contoh tag paragraf</p>.

Break (<br />). Fungsinya sama dengan tombol Enter pada keyboard yaitu membuat jarak kebawah 1 baris. Cara penggunaannya sangat mudah seperti ini:

Ini adalah kalimat pertama.<br />Ini adalah kalimat kedua.

Jika dilhat dengan browser, maka letak kalimat kedua akan turun 1 baris berada dibawah kalimat pertama seperti ini:

Ini adalah kalimat pertama.
Ini adalah kalimat kedua.

Horizontal Rules(<hr />). Berfungsi untuk membuat garis horizontal pada halaman. Cukup dengan meletakkan tag <hr /> maka 1 garis horizontal sudah muncul, jadi gunakan saja sebagai pemisah antara bagian halaman.

Besok kita akan melanjutkan lagi dengan pokok bahasan format font, link, dan gambar.

Jangan sampai terlewat ya!

Apa lagi yang Anda butuhkan?

Hari ini sebenarnya saya ingin segera memposting artikel perdana dari seri tutorial membuat theme WordPress. Namun sepertinya harus mundur selangkah lagi. Beberapa komentar pada artikel Bahasa pemrograman Web Design Bagian 1 dan Bagian 2 menyarankan agar bahasa-bahasa pemrograman tersebut dibahas lebih dalam lagi dalam 1 artikel khusus sehingga pembacanya bisa lebih fokus.

Nah.. pada artikel yang akan datang, saya ingin meminta saran dari Anda semua pembaca DHINATACOM, tutorial apa saja yang kira-kira Anda butuhkan dari bahasa HTML dan CSS? Untuk PHP dan JavaScript akan menyusul belakangan. Saya pribadi sudah menyusun jadwal modul apa saja yang akan dibahas, kira-kira pembahasannya meliputi ini:

HTML

  1. Meta tag
  2. Format font
  3. Link
  4. Mengolah gambar
  5. Tabel
  6. Karakter unik HTML
  7. Efek unik dari HTML

CSS

  1. Membuat layout design
  2. Mengolah warna
  3. Mengatur format huruf
  4. Mengatur format link
  5. Mengolah gambar
  6. Daftar perintah CSS dan keterangannya
  7. Tips dan Trik CSS

Artikelnya akan siap terbit besok atau lusa. Kalau daftar diatas ada yang kurang, tolong ditambahkan ya! Setelah membahas lebih dalam tentang HTML dan CSS, akan disusul oleh PHP dan JavaScript. Dengan pembahasan yang lebih dalam tentang 4 bahasa pemrograman tersebut diharapkan Anda sudah benar-benar siap saat membaca tutorial mendesain theme blog WordPress.

Jangan lupa untuk berlangganan melalui RSS Feed atau email ya! ayuk

Terima kasih untuk komentar, kritik, serta saran yang membangun dari Anda semua.