Ketika Blog Sepi Pengunjung - Bagian 2

pasang iklan


Terbit 05.05.2008. Edisi May 2008. Sudah ada 6 Komentar.
Yoki Dhinata

Halo blogger, sudah baca bagian pertamax dari artikel ini? Kalau sudah mari kita kemon! Maksudnya kita diskusi lagi tentang tips-tips yang bisa dilakukan ketika blog sepi pengunjung. Kemarin saya sudah menulis untuk mulai mencoba analisa posting yang ada pada blog serta mengganti tema blog agar terlihat lebih fresh. Nah, dibagian keduax kita mulai lagi kelanjutan artikel kemarin. Seperti biasa saya akan banyak menggunakan serangkaian pertanyaan agar artikel menjadi lebih hidup…

3. Tetap menulis. Apakah saya memiliki jadwal yang teratur untuk memposting sebuah artikel? Apakah saya masih menulis meskipun tidak ada pengunjung yang akan membacanya dan memberi komentar? Apakah menulis sebuah artikel untuk blog adalah sesuatu yang sulit bagi saya …dll (dan lupa lagi)

Opini saya: Emang sih gak ada aturan baku seberapa sering artikel untuk blog harus diposting, tapi kalo pengunjung melihat artikel yang ada di blog Anda masih I.L.I.L (Itu Lagi Itu Lagi) bisa gak dateng lagi deh besok-besoknya. Jadi selain membuat artikel yang berguna, Anda juga perlu “menerbitkannya” secara teratur. Kalo perlu buat jadwal yang pasti kapan artikel akan diposting.

Memang sih agak berat, saya sendiri masih belum 100% teratur kok bikin artikelnya hehehe malu

4. Promosi alternatif. Kali ini gak pake pertanyaan, karena berupa saran. Jadi selain promosi lewat SEO, gunakan juga teknik promosi yang sudah saya tulis disini, disana, dan dimana-mana.

Opini saya: Mungkin sebagian cara yang saya tulis memang agak aneh dan tidak biasa. Tapi dari pada gak dicoba, lagian semua caranya gratis kok, beberapa cara malah bikin untung secara materi.

Jadi seperti biasa kritik dan saran bisa ditulis lewat komentar ayuk

Baca Juga:

pasang iklan





Powered by FeedBlitz

komentar pembaca DHINATACOM

wah kalo saya posting aja mau ada pengunjung or tidak ga apa2 juga..soalnya blog sebagai tempat curhat :D

klo buat pribadi sih gpp, tp klo buat bisnis baru dipikirin nggaya

 
 

saya setuju dengan “tetap menulis”. klo dimasukkan dengan analogi kuburan dan mall, misalnya kita mau dagang tp ga punya modal untuk sewa tempat di mall, kita bisa buka pasar senggol di jalan raya samping kuburan. sambil tetep ngajak orang laen untuk jualan situ, lama2 kan rame juga… kesan kuburan pun akan hilang. asal siap2 dibayar pake duit orang mati. hahah… becadan…

SUKSES!

ada-ada aja nih si om konslet

 
 

memang bener kalo buat hobby sih emang kadang ga peduli banyak pengunjung atau nggak. yang penting bisa nulis yg lagi dipikirin. tapi kadang juga senang kalo banyak yang liat tulisan kita, apalagi ninggalin komen :)
ayuk

 
 
Nama (harus diisi)
E-mail (harus diisi - tidak akan ditampilkan)
Alamat Website/Blog Anda. (tidak wajib diisi)

Komantar Anda (smaller size | larger size)
ngacir . nocomment . malu . mimpi . licik . ide . capedeh . yess . tipi . tendang . sombong . sinchan . sial . senam . nyerah . ngiler . nggaya . nangis . musik . males . love . konslet . kembar . gatau . damn . bye . ayuk .
Petunjuk komentar:
1. Tolong tulis komentar yang berhubungan dengan topik artikel. Jangan mengirim SPAM!
2. Tag standar HTML yang diperbolehkan:
    <a href> <blockquote> <code> <strike> <strong>
3. Komentar yang tidak berhubungan atau SPAM akan dihapus.


pasang iklan