Blog Business Review Gadget Games General Highlight Humour Internet Mailbox Opinion Tips&Tricks Tutorial

Mencairkan Dana JHT Dengan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan



Author: DHINATACOM
Posted: 13.05.2016 at 12:12.
Last Updated: 13.05.2016 at 12:20.

Perhatian, artikel ini bukan merupakan panduan resmi dari BPJS Ketenagakerjaan melainkan hanya pengalaman pribadi dari penulis yang bisa mencairkan dana JHT melalui fitur e-klaim meskipun kartu peserta hilang.

Peristiwa hilangnya dompet 2 tahun yg lalu ternyata masih kerasa imbasnya sampe sekarang. Bulan Maret 2016 saya mencoba mencairkan recehan saldo JHT yg sudah terkumpul selama 4 thn, karena sudah pindah kerja dari tempat yg lama keanggotaan saya tidak dilanjutkan, jadi kalo dilihat menurut peraturan terbaru BPJS Ketenagakerjaan saya berhak untuk mengambil saldo JHT dengan masuk kriteria mengundurkan sebelum masuk usia pensiun.

Setelah mengumpulkan semua dokumen persyaratan yang diminta, langsung berangkat ke salah satu kantor cabang Tangerang dimana tempat keanggotaan saya didaftarkan. Mungkin saya datang agak siang sekitar jam 9 lewat. Setelah sampai ternyata nomor antrian yg sudah tidak ada lagi. Tanya ke security dia bilang kalau mau antri besok datang jam sebelum jam 7 pagi buat ambil nomor. Sebelum pulang saya diberikan formulir F5 dan fotocopian alamat Bank BNI, dan dia bilang dana JHT bisa dicairkan disana karena BNI bekerjasama dengan mereka dan disana di sediakan counter khusus BPJS Ketenagakerjaan.

Sampai di bank BNI langsung terlihat antrian panjang di BPJS Ketenagakerjaan. setelah tanya-tanya security yang ketus disana ternyata tambah satu syarat lagi yaitu harus/kudu/mesti memiliki rekening di bank BNI! Waduh pemaksaan terselubung nih, padahal kalau lihat di formulirnya bebas bisa pakai bank apa saja. Ya gak heran sih karena yg namanya kerjasama pasti harus menguntungkan. Setelah isi formulir pendaftaran pembukaan rekening karyawan BNI yg bawa formulir tadi menyarankan saya balik ke rumah karena memang sudah agak sore, jadi tinggal menunggu telepon dipanggil kesana lagi untuk verifikasi data.

Akhirnya ada panggilan telepon di jumat sore untuk datang ke BNI di hari senin minggu depan. Setelah menikmati antrian yang sangaaattttt panjangggggggggg dari pagi jam 8an sampai siang sekitar jam 2an, akhirnya rekening BNI saya sudah siap untuk menerima kucuran dana recehan dari account BPJS Ketenagakerjaan. Ternyata sia-sia perjuangannya. Karena kartu keanggotaan Jamsostek saya hilang, proses pencairan harus di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Besoknya saya coba datang lebih pagi lagi ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, tapi kerena kejebak macet akhirnya baru bisa sampai jam 7 lewat 5 menit dan ternyata udah telat gak bisa ambil nomor antrian. Saya amati disana, setelah sang tenaga kerja menulis nomor dan nama, security akan panggil mereka satu persatu lalu memeriksa kelengkapan persyaratan dokumen. Jika ada orang yg dokumennya gak lengkap maka si security akan langsung menyuruh mereka melengkapi dulu dokumen yg diminta lalu datang lagi besok pagi. Ok, karena gak ada yg bisa dilakukan lg disana sy langsung balik pulang. :stress:

Besok paginya saya datang jam 6 lewat saya datang ke kantor cabang tadi. Dan ternyata puluhan orang udah duduk-duduk nongkrong didepan pintu nunggu security bawa map. Jam 7 pagipun datang, pintu dibuka dengan sigap puluhan orang yg tadinya duduk-duduk di lantai langsung berbaris seolah-olah sudah tahu aturan mainnya disini. Saya yg duduk agak jauh langsung ikut baris berbarengan dengan orang-orang yg duduk didekat parkiran.

Satu persatu orang yg baris menuliskan nomor dan namanya di amplop coklat yg di pegang security. Nomor itu akan jadi nomor antrian nantinya. Setelah sampai ke nomor 35, amplop coklat tadi langsung diambil dan nomor antrian udah abis katanya! Waduh sia-sia lagi nih hari ini, sudah datang subuh ternyata gak jaminan bisa dapat nomor antrian. Disanalah saya ketemu dengan 1 orang mas-mas yang juga sama nasibnya, gak kebagian nomor antrian dan kartu Jamsosteknya juga hilang. malu

Sebenarnya udah putus asa juga mau mencairkan dana yang gak seberapa ini. Berkali-kali datang pagi, berkali-kali juga gak ada hasil. Akhirnya ada security yang agak gemuk dan ketus kasih info bahwa bisa di cairkan hari ini, tapi kami harus tunggu dulu di ruang sebelah. Jam ditangan udah menunjuk angka 9. Akhirnya si mas yang bareng saya dipanggil security berbadan tambun tadi, 10 menit kemudian balik lagi dan kasih info… “Di minta 100.000 bro, nanti dikasih nomor antrian dan dia yang urus, pasti diproses hari ini…” Apaaaaa, ternyata benar dugaan saya, orang yg dokumennya kurang lengkap dan gak kebagian nomor antrian dipersulit demi mendapat keuntungan pribadi alias KORUPSI/SUAP. Jauh berbeda dengan teorinya, karena setiap pagi ada mba-mba pake mic yang kasih tau di depan pintu masuk kalau proses klaim sama sekali gak ada biaya.   serang

Karena merasa udah gak ada hasil, akhirnya saya putuskan pulang. Sampai di rumah saya coba buka Google cari info proses klaim lewat internet, karena di account online saya menu e-klaim gak bisa akses alias gak muncul menu apa-apa. Akhirnya sampai juga ke alamat ini: https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/  ide

Saya upload semua scan dokumen yang diminta, untuk scan kartu keanggotaan saya upload saja surat kehilangan dari polisi. Setelah mengisi persyaratannya saya cukup menunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebenarnya gak terlalu berharap juga bisa berhasil, kalau ternyata gak bisa saya coba ikhlaskan dana JHT tersebut buat negara, mudah-mudahan gak di korupsi dan berguna buat negara. malu

Kira-kira 2 hari kemudian datang email yang ditunggu-tunggu, saya di minta datang lagi ke kantor cabang tadi membawa semua dokumen yang asli dan mengambil antrian khusus untuk Elektronik Klaim (E-Klaim). Memang masih ada berkas yang perlu dilengkapi tapi akan diberitahukan nanti setelah datang.

Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, saya datang agak siang sekitar jam 9 pagi, disambut oleh security yang agak tua dan ramah, berkas saya langsung dibawa masuk karena proses e-klaim memang memiliki antrian khusus/prioritas. Belum 5 menit duduk nama saya langsung dipanggil! ajaib! Proses awal hanya memeriksa kelengkapan dokumen aja, ibu-ibu yang antri dari pagi sampe heran, baru masuk kok langsung dipanggil, “Dapet antrian nomor berapa pak? kok cepet”… “Saya klaim lewat internet bu..” jawab saya dengan bangganya.  keren

map-bpjs

Map Hijau tempat mengumpulkan persyaratan dokumen yang diminta. Tanpa e-Klaim, untuk mendapatkan map ini saya harus bangun pagi, antri dari subuh dan ketemu security yang gak ramah dan ketus

Proses terus berlanjut dengan verifikasi data kembali di counter berikutnya, foto dan tanda tangan. Akhirnya saya tersenyum puas bisa proses klaim tanpa keluar duit buat sogok si security gemuk itu. Gak sampai 1 minggu dana JHT sudah mengalir ke rekening pribadi saya, akhirnya happy ending juga   terharu

Kesimpulan dari tulisan gak penting panjang ini adalah:

  • Masih ada maho oknum di kantor BPJS Ketenagakerjaan yang ambil untung buat pribadi memanfaatkan kesulitan/ketidak sabaran orang lain dengan cara KORUPSI   maho
  • Proses e-klaim jauhhhhhhhhh lebih mudah dan cepat, dibandingkan dengan proses tradisional yang harus datang pagi dan antri sampai siang  ide
  • Jaga jangan sampai kartu keanggotaan hilang, kalaupun hilang proses mengurusnya mudah kok!  fiuhhh
  • Kalau punya rekening di bank BNI bisa mencairkan dana JHT anda disana, kalau tidak punya maka akan di “paksa” “menikmati” antrian super panjangggg untuk membuka rekening di sana   strees
  • Kalau Anda membaca tulisan yang panjang ini sampai habis berarti Anda mungkin sudah putus asa bagaimana mencoba mencairkan dana JHT anda tanpa melewati antrian yang panjang, entah kartu keanggotaan anda hilang atau gak, gunakan e-klaim karena prosesnya cepat dan mudah   mantap

Sekian!



komentar pembaca DHINATACOM

D . ( . P . diem . piss . kaget . nocomment . malu . mimpi . licik . ide . yess . tipi . tendang . sombong . sinchan . sial . senam . nyerah . ngiler . nggaya . nangis . musik . males . love . konslet . kembar . gatau . damn . bye . ayuk . belajar . tutupkuping . tolong . terharu . strees . serang . sendiri . ngakak . mimisan . mati . mantap . kesel . keren . kartukuning . kartumerah . fiuhhh . cendol . salaman . recseller . maho . marah . najis . kiss . bingung . berduka . takut . ngacir . ngacir2 . janganribut . capedeh .

Petunjuk komentar:
1. Tolong tulis komentar yang berhubungan dengan topik artikel. Jangan mengirim SPAM!
2. Komentar yang tidak berhubungan atau SPAM akan dihapus.
3. Klik gambar emoticon diatas untuk menampilkannya pada komentar Anda.

Catatan: Beberapa emoticon yang ditampilkan merupakan hak cipta dari Kaskus.

home DHINATACOM


Home Article Index Contact Disclaimer F.A.Q


langganan majalah DHINATACOM
home DHINATACOM