Berbagai macam jurus dan trik SEO dipakai untuk meningkatkan trafik, entah apapun tujuan situs anda. SEO bukanlah permainan gampang dan butuh ketelitian, termasuk juga kesabaran ekstra mengamati naik turunnya Google PageRank. Setelah melewati jerih payah ini, apakah pengunjung yang tersaring lewat mesin pencari sesuai dengan harapan anda?
Sebelum kita berdiskusi lebih jauh, berikut sedikit penjelasan tentang Bounce Rate. Bounce Rate merupakan salah satu fitur Google Analytics yang berguna untuk mendeteksi berapa banyak pengunjung yang ‘kecewa’ dan langsung meninggalkan halaman dalam kurun waktu singkat, tanpa lanjut ke halaman lain. Pada dasarnya, pengunjung yang berlalu-lalang di mesin pencari merupakan sasaran empuk bagi pemilik blog. Karena search engine, seperti Google, adalah sumber trafik yang gratis dan dominan.
Berikut adalah beberapa tipe pengunjung yang mungkin menghampiri blog/situs anda:
Pengunjung Tidak Reguler
Gerombolan ini biasanya adalah pengunjung yang boleh dibilang menyukai situs anda separuh hati. Kadang saja mampir, tapi frekuensinya termasuk jarang.
Pelalu-Lalang
Kelompok ini biasanya adalah operan dari blog/situs lain, termasuk mesin pencari. Pengunjung dalam grup inilah yang perlu diyakinkan, bila memang tujuan anda adalah mengumpulkan pengunjung setia.
Pelanggan RSS
Pembaca yang suka sekali dengan blog anda, dan setia membaca. Namun jarang berkomentar dan lebih memilih untuk mengamati lewat RSS reader-nya.
Nah, makakah pengunjung yang anda anggap ideal?
Perlu diketahui, untuk masalah monetisasi yang berkaitan dengan iklan, konon sangat bertentangan dengan idealisme untuk mengumpulkan pengunjung setia. Dengan kata lain, pengunjung setia mempunyai kecenderungan lebih untuk tidak klik iklan, karena mereka lebih fokus ke materi yang disuguhkan. Sedangkan para pelalu-lalang yang pertama kali masuk blog anda masih terbilang belum terbiasa dan meraba-raba apa yang anda berusaha suguhkan. Nah, dalam kesempatan ini tampilan iklan semacam Google AdSense bakalan mempunyai peluang lebih besar untuk diklik. Tentu saja Bounce Rate yang tercatat jadi lebih tinggi.
Akhir kata, untuk membangun blog berkualitas yang mengutamakan barisan pembaca setia, nilai Bounce Rate lebih rendah (sekitar 50%) boleh dibilang target yang ideal. Namun bila monetisasi yang diutamakan dan hanya mempunyai tujuan singkat saja, maka bersiaplah dengan nilai Bounce Rate yang lebih tinggi. Tapi nilai ini tidak selalu berbanding lurus dengan nilai pendapatan dari iklan :).
Bila anda telah menggunakan Google Analytics, berapakah Bounce Rate blog/situs anda?
Tentang Penulis:
Ivan Sielegar adalah pengamat informasi teknologi yang sehari-hari menulis di blognya NavinoT.
Artikel ini merupakan tulisan dari Guest Blogger DHINATACOM. Jika berminat menjadi Guest Blogger silahkan petunjuk dan tatacara pada halaman ini.
Suka dengan artikel pada blog ini? DHINATACOM ingin meminta dukungan Anda untuk memilih (vote) DHINATACOM sebagai perwakilan blogger Indonesia pada polling kontes My WordPress Story. Klik disini. Pilih dhinata.com lalu klik Vote pada halaman tersebut. Terima kasih :)
≡ WordPress and Chicken Flesh by Hangga Nuarta
≡ MyPage 5: Cari Teman dan Kenalan Baru Di Internet by indra
≡ WordPress and Chicken Flesh by Septian
≡ Download Patch PES 2009 PC Gratis by aan
≡ Trik Windows ME: Kompresor Gratis di Windows ME by ivan
Biindit - Indonesia Online PCC Advertising Network
Laporan dari Peluncuran Perdana Layanan Content Games Online PT Aplikanusa Lintasarta di Bandung
Advertise . Testimonial . Mobile DHINATACOM . Contact Info . Privacy Policy DHINATA.COM © 2008-2009 oleh Yoki DHINATA. Desain themes oleh Yoki DHINATA
pertamaaxxx… hehehe
kalo saya sih sampai 80% yok. karena lebih banyak mengandalkan search engine traffic n tidak terlalu mengejar rss subscribers.
Oh ya, saya ada tips. untuk blog/site yg pengunjungnya ads blind (ga bakalan nge klik iklan), mending ga usah dipasangi adsense. karena bisa mengurangi pendapatan adsense kita secara keseluruhan (smart pricing).
thanks atas tipsnya
boleh juga infonya nih..
harus banyak belajar adsense nih sama master..
@Cah Kontes
Wah, tipsnya tentang adsense bener juga tuh! Baru kepikiran saya. Berarti klo memang pasang, penempatannya harus sestrategis mungkin ya, supaya pricenya ndak turun.
Jempolan.
Analisa yang menarik nih. Kalau saya sendiri termasuk pengunjung yang suka berlangganan melalui RSS. Bila artikel yang disajikan menarik dan membuat saya tertarik untuk berkomentar baru saya klik link-nya.
Dengan berlangganan RSS kita jadi tahu blogger mana yang sudah meng-update artikelnya, jadi enggak perlu mampir sehari 3 kali dan kecele terus…
Wah! Navinot mengaplikasikan guestblogging juga ternyata! keren :D
Saya jadi ingat, pernah membaca artikel serupa di jackbook. “Pengunjung setia” merupakan pengunjung yang tidak akan mengklik iklan adsense anda katanya :D
saya termasuk subscriber di blog ini. tapi apakah membaca artikel terbaru blog ini di email bisa menurunkan nilai bounce rate atau berpengaruh terhadap nilai bounce rate?
Saya pikir bounce rate 46% itu dah tinggi banget… ternyata di bawah 50% dianggep kecil?
hmmmmmmmm….. gitu ya…
cukup unik desain blog ini..
sangat kreatif..
salam kenal..
wah terima kasih sekali atas informasinya, kayaknya saya lebih tertarik untuk monetizingnya aja dech berarti apa sata harus membidik yang lalu lalang saja ya mas.
makasi banget infonya mas, bener banget yah, rugi aja punya visitor yang dateng cuma sedetik ya
wah ini perlu banget nih. saya sih suka yang returning visitors
thx tipsnya…
sangat berguna buat saya nich…