Tag Archives: backup database

Backup Database WordPress Secara Otomatis

Meskipun WordPress merupakan cms blog yang tangguh, setiap harinya salah satu website pengamat web security mencatat berbagai serangan cracker yang secara spesifik ditujukan kepada sebuah blog yang menggunakan WordPress. Serangannya macam-macam, dari yang hanya merubah/mencuri theme sampai menghapus database. Wah kalau sampai terjadi pada blog kita tentu gak mau kan? Maka selain rajin mengupdate WordPress Anda juga tidak boleh lupa untuk secara teratur mem-backup database.

Ada salah satu plugin yang bisa Anda gunakan untuk membackup database dengan mudah dan terjadwal. WordPress Database Backup namanya. Silahkan download terlebih dahulu di ilfilosofo.com. Oya tutorial ini hanya bisa Anda coba jika file WordPress blog Anda berada diwebhosting sendiri, bukan yang gratisan di WordPress.com. Dalam tutorial kali ini saya menggunakan WordPress versi 2.5.1 serta WordPress Database Backup versi 2.1.5.

Lakukan langkah mudah berikut:

1. Bongkar paket WordPress Database Backup yang dibungkus dalam format Zip. Letakkan file wp-db-backup.php dan wp-db-backup.po dalam folder NamaBlogAnda.Com/wp-content/plugins. Aktifkan plugin melalui menu [Plugins] lalu klik [Activate]. Klik untuk memperbesar gambar.

vk6zbnw6icvvpkrcm09.jpg

2. Klik menu utama [Manage] > [Backup]. Halaman backup ini dibagi menjadi 3 bagian.

  • Tables. Secara standar ke 10 tabel standar milik WordPress sudah pasti akan dibackup, namun Anda juga diberi pilihan untuk membackup tabel lainnya atau tidak. Tabel lainnya adalah tabel yang dibuat untuk keperluan plugin yang Anda pasang pada blog Anda. Beri tanda ceklist jika Anda ingin juga ikut membackupnya.
  • Backup Options. Ada 3 pilihan untuk membackup database. Anda bisa menyimpannya diserver didalam sebuah folder yang dibuat dalam folder wp-content. Folder ini dibuat dengan nama backup-angkaacak. Folder backup-angkaacak adalah folder yang dibuat secara dinamis oleh plugin ini. Jadi nama folder pada setiap blog bisa saja berbeda. Contohnya bisa Anda lihat pada gambar. Kedua, Anda bisa mendownloadnya langsung kekomputer Anda. File database dipaketkan dalam format Sql.Gz. Pilihan terakhir Anda bisa mengirimnya ke email. Format filenya sama yaitu Sql.Gz.
  • Scheduled Backup. Fitur penting dan canggih yang memungkinkan Anda untuk membackup database ke email secara terjadwal. Pilihannya tidak pernah, setiap jam, setiap hari, dan setiap minggu. Jangan lupa beri tanda ceklist pada tabel tambahan yang ada.

Nah sekarang tugas Anda adalah untuk mengatur opsi-opsi yang telah diberikan sesuai keinginan Anda seperti tabel tambahan apa saja yang ingin dibackup, alamat email, serta rentang waktu backup database. Kalau sudah klik tombol [Submit].

uvx790rztwutc41zw3.jpg

3. Sekarang kita akan coba membackup dengan cara mendownloadnya. Pilih opsi [Download to your computer] pada bagian [Backup Options], lalu klik tombol [Backup!]. Sebuah animasi progress akan muncul.

4t2pfk0te4ux2wpu8rtg.jpg

Kalau sudah selesai tampilan yang muncul akan seperti pada gambar dibawah ini. Pilih [Save to Disk] lalu klik [OK] untuk menyimpannya kekomputer lokal.

nx50fp1mupnv76ypqb5y.jpg

4. Jika Anda membackup lewat email, halaman progress yang muncul tidak akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Perbedaannya hanya ada sebuah pernyataan bahwa backup dilakukan dengan sukses via email.

wiqh9o3mups5w7jrkrji.jpg

5. Contoh backup database blog pribadi saya (www.Dhinata.com) lewat email yang telah sukses bisa Anda lihat pada dibawa ini.

irdii9zjs1imk7cbz8om.jpg

JIka Anda ingin membackup database dengan cara menyimpannya ke server, Anda harus terlebih dahulu mengatur hak akses terhadap folder wp-content dan backup-angkaacak. Agar lebih aman tanyakan kepada Technical Support webhosting Anda cara mengatur hak akses terhadap sebuah folder yang ada dihosting mereka, karena masing-masing webhosting punya kebijakan tersendiri untuk mengaturnya.

Oya kalau Anda membackup database via email secara terjadwal, gunakan saja email gratisan yang memiliki ukuran Inbox raksasa, Yahoo Mail dan Gmail contohnya. Perhatikan juga bandwidth hosting Anda!

Selamat membackup!